KUE TRADISIONAL KEMOJO SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA: IMPLIKASINYA TERHADAP HERITAGE TOURISM DAN KEBERLANJUTAN
Keywords
Kue Kemojo, Kue Tradisional, Budaya Melayu, Wisata Kuliner, BerkelanjutanAbstract
Abstract: Penelitian ini mengkaji tentang Kue Tradisional Kemojo sebagai identitas budaya Melayu dan implikasinya terhadap heritage tourism serta keberlanjutan. Kue Kemojo, yang sarat nilai filosofis dan simbolik, tidak hanya berfungsi sebagai kuliner tradisional tetapi juga sebagai representasi budaya dan potensi ekonomi kreatif lokal. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di Kota Batam dan Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kue Kemojo masih dipertahankan dalam konteks adat dan keagamaan dibeberapa daerah/wilayah, namun seiring dengan perkembangan waktu, Kue Kemojo telah berkembang sebagai produk komersial di pusat oleh-oleh dan restoran modern. Nilai budaya yang terkandung meliputi simbol keharmonisan, keteraturan, dan hubungan masyarakat dengan alam. Dari penelusuran dan referensi dari beberapa sumber menegaskan bahwa Kue Kemojo masih dapat dijadikan daya tarik wisata berbasis kuliner, sejalan dengan konsep heritage tourism yang menekankan pengalaman budaya tak berwujud. Tantangan utama adalah dokumentasi ilmiah yang terbatas dan pergeseran preferensi konsumen, sehingga diperlukan strategi pelestarian berbasis gastronomi dan pariwisata berkelanjutan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Kue Kemojo memiliki potensi besar sebagai identitas budaya Melayu sekaligus produk unggulan pariwisata kuliner. Pelestarian dan pengembangan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat posisi Kue Kemojo dalam mendukung keberlanjutan budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal
References
[1] E. Valencia, Liora;Rini, R O Puspita; Gunawan, Agung Arif; Saputra, “INOVASI PRODUK OLEH-OLEH BOLU KEMOJO BERBASIS TEPUNG KACANG ARAB : PENGEMBANGAN PRODUK UMKM DI PEKANBARU,” J. Innov. Res. Knowl., vol. 5, no. 6, pp. 6889–6908, 2025, [Online]. Available: https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/11657
[2] D. Andora, “Mengungkap Sejarah dan Cita Rasa Bolu Kemojo - Kompasiana,” 2025. https://www.kompasiana.com/ditaandora5794/67776f41ed641574477d0c02/mengungkap-sejarah-dan-cita-rasa-bolu-kemojo
[3] M. L. S. R. M. Hall, Food Tourism Around the World Development, Management and Markets, First Edit. London: ElsevierLtd, 2003. doi: 10.4324/9780080477862.
[4] M. Harsana, M. Baiquni, E. Harmayani, and Y. A. Widyaningsih, “Potensi Makanan Tradisional Kue Kolombeng Sebagai Daya Tarik Wisata Di Daerah Istimewa Yogyakarta,” Home Econ. J., vol. 2, no. 2, pp. 40–47, 2019, doi: 10.21831/hej.v2i2.23291.
[5] A. Nurwitasari, “Pengaruh Wisata Gastronomi Makanan Tradisional Sunda Terhadap Keputusan Wisatawan Berkunjung Ke Kota Bandung,” Barista, vol. 2, no. 1, pp. 92–102, 2015, [Online]. Available: file:///D:/ARTIKEL ILMIAH/2019 IDIK/34-62-1-SM.pdf
[6] I. N. S. Arida, Pariwisata Berkelanjutan, Edisi Pert. Bali, Indonesia: Universitas Udayana, Bali, 2016.
[7] C. Aldira, L. A. Wibowo, and Y. Yuniawati, “SUSTAINABLE TOURISM DI PANTAI KUTA BALI DALAM PERSEPSI WISATAWAN (Survei terhadap Wisatawan Mancanegara {Australia, Cina dan Jepang} yang berkunjung Pantai Kuta Bali),” J. Tour. Hosp. Essentials J., vol. 4, no. 2, p. 793, 2016, doi: 10.17509/thej.v4i2.1987.
[8] A. Masyhuri and A. Ilhami, “Analisis Bolu Kemojo sebagai Makanan Kearifan Lokal,” Sosietas J. Pendidik. Sosiol., vol. 13, no. 2, pp. 124–129, 2023.
[9] D. Juniarti, “Kearifan Lokal Makanan Tradisional: Tinjauan Etnis dan Fungsinya dalam Masyarakat Suku Pasmah di Kaur,” J. Bakaba, vol. 9, no. 2, pp. 44–53, 2021.
[10] A. J. Bahasa, W. Ayuanda, D. Sidabalok, and A. B. Perangin-angin, “Budaya Jawa dalam Film Primbon : Analisis Representasi Stuart Hall,” vol. 7, pp. 440–449, 2024.
[11] A. B. Trubek, The Taste of Place: A Cultural Journey into Terroir. 2016.
[12] J. Chaniago,Fadli; Nasution, Indah Lestari , Nasution, “Potensi Makanan Tradisional Bolu Kemojo Sebagai Daya Tarik Wisata di Pekanbaru,” J. Manaj. Akunt., vol. 3, no. 2, pp. 481–494, 2023.





