SUPERIMPOSISI DIAGRAMATIK POLA TITIK TARI WARAK DUGDER SEBAGAI DASAR GUBAHAN BENTUK

Authors

  • Amanda Azalia Salsabila Universitas Gunadarma

Keywords:

Tari Warak Dugder, pola titik, Geometric Play, representasi diagramatik, superimposisi, gubahan bentuk.

Abstract

Perancangan arsitektur berbasis budaya sering kali menghadapi tantangan dalam menerjemahkan aspek ephemeral (sementara) dari seni gerak menjadi ruang arsitektur yang statis. Tari Warak Dugder, sebagai ikon akulturasi Semarang, memiliki potensi spasial pada pola lantainya yang jarang dieksplorasi sebagai dasar gubahan bentuk (form finding). Penelitian ini bertujuan mentransformasikan data pola titik Tari Warak Dugder menjadi konfigurasi geometri tiga dimensi. Menggunakan metode Research by Design, penelitian ini berpijak pada teori representasi Robin Evans dan triadik ruang Henri Lefebvre untuk menerjemahkan "ruang praktik" penari menjadi "ruang konsepsi" arsitektur, serta analisis geometric play Simon Unwin untuk membaca potensi geometri dari pola titik. Metode superimposisi volumetrik dari Bernard Tschumi digunakan untuk mensimulasikan interaksi antar-layer geometri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola titik penari perempuan memiliki kecenderungan membentuk geometri ortogonal, sedangkan penari laki-laki cenderung membentuk geometri angular. Evolusi morfologi yang terjadi melalui superimposisi menghasilkan gubahan massa yang saling kunci (interlocking) dan berongga (porous), membuktikan bahwa logika gerak tari dapat menjadi generator bentuk yang logis melalui interpretasi geometri yang terukur.

References

Allen, Stan. Practice: Architecture, Technique and Representation. Amsterdam: G+B Arts International, 2000.

Chaniago, A. G. “Superimposisi Tiga Pemaknaan Ruang Sebagai Pemicu Pembentukan Ruang Arsitektur.” Jurnal Arsitektur (2018).

Ching, Francis D. K. Architectural Graphics. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, 2015.

Corner, James. “The Agency of Mapping: Speculation, Critique and Invention.” Assemblage 27 (1999): 22–40.

Evans, Robin. The Projective Cast: Architecture and Its Three Geometries. Cambridge, MA: MIT Press, 1995.

Evans, Robin. Translations from Drawing to Building and Other Essays. London: Architectural Association, 1997.

Hirschberg, Urs, A. Sayegh, R. Frühwirth, and E. Zedlacher. “3D Motion Tracking in Architecture: Turning Movement into Form.” In Proceedings of the eCAADe Conference, 2006.

Lefebvre, Henri. The Production of Space. Oxford: Blackwell, 1991.

Mangantar, H. V., J. O. Waani, and Sangkertadi. “Representasi Ruang Tari Maengket pada Desain Arsitektur Manado Art Center.” Media Matrasain 13, no. 2 (2016): 57–69.

Ningrum, J. S. “Coworking Space di Pekanbaru dengan Penerapan Superimpose Architecture Bernard Tschumi.” Journal of Architecture and Urbanism Research 4, no. 1 (2020): 57–63.

Pujantara, R. “Karakteristik Ruang pada Rancangan Arsitektur dengan Konsep Superimposisi dan Hibrid.” Jurnal Forum Bangunan (2019).

Tschumi, Bernard. Architecture and Disjunction. Cambridge, MA: MIT Press, 1996.

Unwin, Simon. Analysing Architecture. London: Routledge, 2009.

Vidler, Anthony. “Diagrams of Diagrams: Architectural Abstraction and Modern Representation.” Representations 72 (2000): 1–20.

Downloads

Published

2026-02-04

How to Cite

Salsabila, A. A. (2026). SUPERIMPOSISI DIAGRAMATIK POLA TITIK TARI WARAK DUGDER SEBAGAI DASAR GUBAHAN BENTUK. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(9), 10991–11004. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12345