STRATEGI PENGEMBANGAN NASI PUYUNG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER BERBASIS MASYARAKAT DI DESA PUYUNG, LOMBOK TENGAH

Authors

  • Lalu Yulendra Sekolah Tinggi Parwiisata Mataram
  • Muharis Ali Sekolah Tinggi Parwiisata Mataram
  • Lahmudin Lahmudin Sekolah Tinggi Parwiisata Mataram
  • Subianto Subianto Sekolah Tinggi Parwiisata Mataram
  • Waslan Waslan Sekolah Tinggi Parwiisata Mataram
  • Ulfa Raudatul Jannah Sekolah Tinggi Parwiisata Mataram

Keywords:

Nasi Puyung, Wisata Kuliner, Pengembangan Berbasis Masyarakat, Desa Puyung, Strategi Pariwisata, Kuliner Lokal, Community-Based Tourism (CBT

Abstract

Nasi Puyung merupakan kuliner khas Lombok Tengah yang memiliki nilai historis, budaya, dan ekonomi yang kuat serta telah dikenal luas oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Namun, hingga saat ini pengelolaannya masih bersifat individual, tradisional, dan belum terintegrasi secara strategis dalam sistem pengembangan pariwisata desa. Penelitian/pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Nasi Puyung sebagai daya tarik wisata kuliner berbasis masyarakat serta merumuskan strategi pengembangannya agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Puyung. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan partisipatoris melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pelaku usaha Nasi Puyung, penyebaran kuesioner kepada wisatawan, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Nasi Puyung memiliki kekuatan utama pada cita rasa autentik, nilai budaya Sasak, dan popularitas berbasis rekomendasi informal (word of mouth). Wisatawan menilai pengalaman mengonsumsi Nasi Puyung sebagai bagian dari pengalaman wisata yang otentik, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek penataan, kenyamanan, standar pelayanan, serta kurangnya narasi budaya dan branding kolektif. Melalui analisis SWOT dan diskusi partisipatif, dirumuskan strategi pengembangan berbasis Community-Based Tourism (CBT) yang menekankan pada penguatan peran masyarakat sebagai pelaku utama. Strategi tersebut meliputi penguatan identitas kolektif Nasi Puyung sebagai ikon kuliner desa, standarisasi minimum tanpa menghilangkan keaslian, pengemasan pengalaman kuliner berbasis cerita budaya, serta integrasi Nasi Puyung dalam paket wisata desa. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan kuliner tradisional sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan pendapatan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa Nasi Puyung sangat potensial dikembangkan sebagai daya tarik wisata kuliner berbasis masyarakat apabila didukung oleh tata kelola bersama, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan sinergi dengan program pengembangan pariwisata desa. Ringkasan ini menegaskan pentingnya kuliner lokal sebagai instrumen penguatan identitas budaya dan penggerak ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan

References

Alharbi, M. (2020). English language needs analysis for hotel receptionists. Journal of Language and Linguistics Studies, 16(2), 675-689.

Basturkmen, H. (2010). Developing Courses in English for Specific Purposes. Palgrave Macmillan.

Brown, J. D. (1995). The Elements of Language Curriculum: A Systematic Approach to Program Development. Heinle & Heinle.

Chen, X., & Wang, Y. (2018). ESP and customer service in hospitality industry. International Journal of English Studies, 18(1), 45-58.

Dudley-Evans, T., & St John, M. J. (1998). Developments in English for Specific Purposes. Cambridge University Press.

Hutchinson, T., & Waters, A. (1987). English for Specific Purposes: A Learning-Centred Approach. Cambridge University Press.

Jenkins, J. (2017). English as a Lingua Franca: Changing Perspectives on the Study of Global English. Oxford University Press.

Lubis, D., & Sumardi. (2020). The Importance of English for Hotel Front Office Staff. Journal of English Language Studies, 5(2), 162-171. (Contoh, cari jurnal relevan)

Mardiansyah, S., & Sari, N. (2020). Intercultural Communication Competence in Hospitality Industry. Journal of Applied Linguistics and Literature, 5(1), 34-45. (Contoh, cari jurnal relevan)

Kim, H. (2020). A qualitative study on ESP needs in hospitality. Asian ESP Journal, 16(4), 134-150.

Li, F., & Wang, L. (2019). Communication patterns of tour guides in English. Tourism Management Perspectives, 31, 99-106.

Nugroho, A., & Susanto, R. (2022). Needs analysis of English for tourism industry in Indonesia. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 12(1), 87-97.

Rahmawati, D. (2021). ESP materials development for Balinese tourism workers. Journal of Tourism and Hospitality, 9(3), 56-67.

West, R. (1994). Needs analysis in language teaching. Language Teaching, 27(1), 1-19.

Wulandari, R., & Nurmasyitah. (2021). The Importance of English in Tourism Industry: A Study of Tour Guides' Perspectives. International Journal of Language Teaching and Education, 5(1), 1-10. (Contoh, cari jurnal relevan)

Downloads

Published

2026-01-06

How to Cite

Lalu Yulendra, Muharis Ali, Lahmudin, L., Subianto, S., Waslan, W., & Ulfa Raudatul Jannah. (2026). STRATEGI PENGEMBANGAN NASI PUYUNG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER BERBASIS MASYARAKAT DI DESA PUYUNG, LOMBOK TENGAH. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(8), 9785–9792. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12198