ANALISIS KELENGKAPAN PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI SECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIS DI PUSKESMAS CIMANGGIS KOTA DEPOK
Keywords:
Karakteristik Pasien, Karakteristik Obat, Administratif, FarmasetisAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan peresepan obat antihipertensi secara administratif dan farmasetis serta profil persepan di Puskesmas Cimanggis Kota Depok dengan periode Januari-Maret 2023. Metode yang digunakan deskriptif secara retrospektif menggunakan data sekunder yang berasal dari resep yang masuk di Puskesmas Cimanggis selama periode Januari-Maret 2024. Sampel yang digunakan yaitu 330 resep dengan menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien yang menderita hipertensi yaitu pasien dengan usia 55 sampai 64 tahun sebanyak (35,45) dengan jenis kelamin perempuan (73,03%). hasil administratif belum lengkap (100%), meliputi berat badan pasien, nama dokter, paraf dokter, dan tanggal resep. Secara farmasetis meliputi, nama obat, kekuatan obat, dosis jumlah obat, aturan dan cara penggunaan obat sudah (100%) yang belum memenuhi yaitu bentuk sediaan obat (52,12%).
References
Antonia, A., dkk. (2019). Pemilihan Terapi Antihipertensi Berdasarkan Komorbiditas Pasien.
Armstrong, C. (2014). JNC 8 Guidelines for the Management of Hypertension in Adults.
Asikin, M., & Nuralamsya. (2016). Patofisiologi Hipertensi dan Faktor yang Memengaruhi Tekanan Darah.
Begum, F., dkk. (2018). The Importance of Physician Signature and Validation in Prescription Safety.
Bilqis, A. (2015). Pengaruh Identitas Pasien terhadap Ketepatan Dosis Obat.
Ernawati, E., dkk. (2022). Efektivitas Hidroklorotiazid sebagai Diuretik Tiazid dalam Penanganan Hipertensi.
Fauzi. (2014). Perubahan Gaya Hidup dan Pencegahan Hipertensi Primer.
Febriliana. (2023). Konsep Dasar Hipertensi dan Pengukuran Tekanan Darah.
Galande, S., dkk. (2020). Age-Based Determination of Pharmaceutical Dosage Forms.
Hamzah, A., dkk. (2022). Profil Peresepan Antihipertensi di Puskesmas Betoambari.
Hasanah, N., dkk. (2019). Pengelolaan Terapi Hipertensi dan Kepatuhan Pasien.
Hastuti. (2022). Efektivitas dan Efek Samping Amlodipin pada Pasien Hipertensi.
Hill, R. D. (2023). ACE Inhibitors and ARBs in Chronic Kidney Disease.
Hoedojo. (2018). Medication Error dalam Praktik Peresepan Obat di Fasilitas Kesehatan.
Kandarini. (2017). Rekomendasi Kombinasi Obat Antihipertensi Berdasarkan JNC VIII.
Karuniawati, H., & Supadmi. (2016). Manajemen Hipertensi Primer: Pendekatan Terintegrasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
Kumalasari, dkk. (2024). Analisis Ketidaklengkapan Identitas Dokter pada Resep di Fasilitas Kesehatan Primer.
Lisni, dkk. (2020). Pengaruh Usia terhadap Elastisitas Pembuluh Darah dan Tekanan Darah.
Mancia, G., dkk. (2013). ESH/ESC Guidelines for the Management of Arterial Hypertension.
Nuraini. (2015). Diagnosis dan Tata Laksana Hipertensi Primer.
Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Konsep Pengukuran Tekanan Darah dalam Keperawatan.
Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Keperawatan: Pendekatan Praktis.
Puskesmas Cimanggis. (2022). Profil Kesehatan Puskesmas Cimanggis Tahun 2022.
Romansyah, D., & Emelia. (2021). Pengaruh Pola Makan Tinggi Garam terhadap Tekanan Darah.
Saputra, R., & Fitria, N. (2016). Implementasi E-Prescribing untuk Mengurangi Kesalahan Penulisan Resep.
Sibeoni, J., dkk. (2019). Factors Affecting Physicians’ Prescription Writing Accuracy.
Stephanie. (2023). Analisis Identitas Pasien dalam Penulisan Resep.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk Penentuan Sampel Penelitian.
Sunarti. (2017). Pengelolaan Hipertensi melalui Pendekatan Gaya Hidup.
Wibowo, A., & Yuliastuti. (2023). Evaluasi Kelengkapan Administratif dan Farmasetik Resep di Puskesmas Wedi.
Yanita. (2017). Hipertensi Sekunder: Penyebab, Diagnosis, dan Penanganan.
