HUBUNGAN ANTARA QUARTER-LIFE CRISIS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING MAHASISWA DI BALI
Keywords:
Mahasiswa, Quarter-Life Crisis, Subjective Well-BeingAbstract
Mahasiswa berada pada fase perkembangan yang dinamis, ditandai oleh berbagai tuntutan akademik, pencarian jati diri, serta ketidakpastian terhadap masa depan. Kondisi ini membuat mahasiswa rentan mengalami Quarter-Life Crisis yang dapat berdampak negatif terhadap Subjective Well-Being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Quarter-Life Crisis dan Subjective Well-Being pada mahasiswa di Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sebanyak 402 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali berpartisipasi sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Quarter-Life Crisis yang disusun berdasarkan teori Robbins dan Wilner (2001) serta skala Subjective Well-Being berdasarkan teori Diener (2000). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Quarter-Life Crisis dan Subjective Well-Being (r = -0.713, p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat Quarter-Life Crisis, semakin rendah tingkat Subjective Well-Being mahasiswa. Hasil ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap fenomena Quarter-Life Crisis sebagai upaya peningkatan kesejahteraan psikologis mahasiswa, serta perlunya dukungan psikologis dari institusi pendidikan tinggi agar mahasiswa dapat mengelola masa transisi perkembangan secara lebih sehat.
References
Balzarie, E. N., & Nawangsih, E. (2019). Kajian Resiliensi pada Mahasiswa Bandung yang Mengalami Quarter Life Crisis. 5(2).
Diener, E. (2000). Subjective Well-Being: The science of happiness and a proposal for a national index. American Psychologist, 55(1), 34–43. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.34
Eva, N., Shanti, P., Hidayah, N., & Bisri, Moh. (2020). Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa dengan Religiusitas sebagai Moderator. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 5(3), 122–131. https://doi.org/10.17977/um001v5i32020p122
Hayati, S. (2023). Hubungan Resiliensi dengan Subjective Well Being pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Sosial Teknologi, 3(6), 530–536. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v3i6.787
Manurung, J. D., & Simarmata, N. I. P. (2023). Pengaruh Quarter Life Crisis terhadap Subjective Well-Being pada Dewasa Awal di Kota Medan. 7.
Meilan, N. M. (2024). Hubungan Quarter Life Crisis dengan Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Transformasi: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan NonFormal Informal, 10(1), 133. https://doi.org/10.33394/jtni.v10i1.12881
Oktakarianda, R., & Kasim, S. S. (2015). FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2015.
Onie, S., Usman, Y., Widyastuti, R., Lusiana, M., Angkasawati, T. J., Musadad, D. A., Nilam, J., Vina, A., Kamsurya, R., Batterham, P., Arya, V., Pirkis, J., & Larsen, M. (2024). Indonesia’s first suicide statistics profile: An analysis of suicide and attempt rates, underreporting, geographic distribution, gender, method, and rurality. The Lancet Regional Health - Southeast Asia, 22, 100368. https://doi.org/10.1016/j.lansea.2024.100368
Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife crisis: The unique challenges of life in your twenties. J.P. Tarcher/Putnam.
Robbins, A. (with Wilner, A.). (2001). Quarterlife Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties. Penguin Publishing Group.
Sri Hartini, Sri Ernawati, & Faqih Purnomosidi. (2025). Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Program Studi Psikologi di Universitas Sahid Surakarta. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 4(1), 157–170. https://doi.org/10.58192/sidu.v4i1.3132
Suyono, T. A., Kumalasari, A. D., & Fitriana, E. (2021). HUBUNGAN QUARTER-LIFE CRISIS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA INDIVIDU DEWASA MUDA. Jurnal Psikologi, 14(2), 301–322. https://doi.org/10.35760/psi.2021.v14i2.4646
