ACTIVE CASE FINDING TUBERKULOSIS DENGAN PORTABLE X-RAY DI KABUPATEN ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR

Authors

  • Simon Sani Kleden Poltekkes Kemenkes , NTT
  • Christina Grasia Kellen RSUD SK Lerik Kota NTT
  • Fransiskus S. Onggang Poltekkes Kemenkes , NTT
  • Aminah Haslinda Baun Dinas Kesehatan Propinsi NTT
  • Marianus Lino Dinas Kesehatan Propinsi NTT
  • Sri Jayanti Wahyuni Adang Djaha Dinas Kesehatan Propinsi NTT

Keywords:

Tuberkulosis, Active Case Finding, Portable X-Ray, SITB, Epidemiologi Komunitas, Nusa Tenggara Timur

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia, dengan Indonesia termasuk dalam tiga negara dengan beban TB tertinggi menurut laporan WHO. Wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur radiologi, serta stigma sosial yang memperlambat pencapaian target eliminasi TB nasional tahun 2030. Program pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan penemuan kasus TB aktif melalui pendekatan Active Case Finding (ACF) dengan pemanfaatan Portable X-Ray Mobile Unit, yang adaptif terhadap kondisi daerah terpencil.

Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Alor pada 22–25 November 2025, melibatkan 502 individu dari tiga desa prioritas (Wetabua, Lendola, Petleng). Proses skrining mengikuti alur kerja terstruktur enam meja: registrasi, skrining gejala, pemeriksaan X-Ray thoraks, penentuan terduga TB, pemeriksaan lanjutan (dahak, TST, TPT), serta input data ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Hasil menunjukkan 498 pemeriksaan X-Ray (99,2%), 121 TST (24,1%), 79 pengambilan dahak (39,5% dari kasus terduga), serta 200 kasus terduga TB (yield 39,8%). Input SITB mencapai 376 orang (74,9% dari yang diskrining), atau 62% dari target 800 sasaran.

Temuan ini menegaskan efektivitas strategi ACF dalam menjangkau populasi berisiko tinggi, meskipun capaian target belum optimal. Tingkat temuan kasus terduga yang tinggi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis risiko mampu mengidentifikasi beban tersembunyi TB di komunitas. Selain dampak kesehatan, program ini memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal, menghasilkan data epidemiologi valid untuk kebijakan berbasis bukti, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, akademisi, dan masyarakat. Secara operasional, penggunaan teknologi portable X-Ray terbukti memperluas akses diagnostik ke wilayah dengan keterbatasan fasilitas radiologi. Implikasi kebijakan dari program ini adalah perlunya replikasi model ACF berbasis komunitas di daerah kepulauan lain, integrasi SITB secara real-time, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan lokal untuk keberlanjutan program. Dengan evaluasi berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, intervensi ini diharapkan berkontribusi pada pencapaian target eliminasi TB global tahun 2030.

References

World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2025. Geneva: WHO; 2025.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Panduan Praktik Klinis Tuberkulosis. Jakarta: PDPI; 2023.

Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Mobile X-Ray untuk Percepatan Temuan Kasus TB. Jakarta: PPTI; 2024.

Amelia Putri R, Nugroho S. Analisis autokorelasi spasial kasus TB paru di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kesehatan Vokasional. 2024;9(2):115–124.

Siahaan M, Simanjuntak R. Community-based active case finding of tuberculosis in North Sumatra. Trop Med Health. 2020;48(1):1–9.

Universitas Hasanuddin. Efektivitas Active Case Finding berbasis komunitas di Samarinda. Disertasi Doktoral. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2024.

Ministry of Health Republic of Indonesia. Launch of Portable X-Ray for TB Detection. Jakarta: MoH RI; 2024.

Stop TB Partnership. Community-based TB interventions: Lessons learned. Geneva: Stop TB Partnership; 2023.

Tanimura T, Jaramillo E, Weil D, Raviglione M, Lönnroth K. Financial burden for tuberculosis patients in low- and middle-income countries: A systematic review. Eur Respir J. 2014;43(6):1763–1775.

Creswell J, Sahu S, Blok L, Bakker MI, Stevens R, Ditiu L. Innovative tuberculosis case-finding approaches in Asia: A review of community-based active case finding. Int J Tuberc Lung Dis. 2014;18(4):441–447.

Yadav R, Kumar A. Portable digital radiography in TB detection: A field evaluation. J Glob Health. 2022;12(3):1–10.

Lönnroth K, Migliori GB, Abubakar I, D’Ambrosio L, de Vries G, Diel R, et al. Towards tuberculosis elimination: An action framework for low-incidence countries. Eur Respir J. 2015;45(4):928–952.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Studi Inventori TB Indonesia 2023–2024. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.

Media Indonesia. Menkes luncurkan portable X-Ray untuk percepatan deteksi TB. Media Indonesia Online. 2024 Mar 15.

Downloads

Published

2026-01-03

How to Cite

Simon Sani Kleden, Christina Grasia Kellen, Fransiskus S. Onggang, Aminah Haslinda Baun, Marianus Lino, & Sri Jayanti Wahyuni Adang Djaha. (2026). ACTIVE CASE FINDING TUBERKULOSIS DENGAN PORTABLE X-RAY DI KABUPATEN ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(8), 9127–9134. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12105