PERAN GASTRONOMIC WALKING TOUR DALAM PROMOSI KULINER LOKAL DI KAWASAN HERITAGE UBUD

Authors

  • Ida Bagus Ketut Soma Antara Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Ni Luh Putu Intan Nirmalasari Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Nyoman Agus Tri Mandala Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Febianti Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Keywords:

Gastronomic Walking Tour, Kuliner Lokal, Promosi Destinasi, Ubud, Wisata Budaya, Gastronomi Bali

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas gastronomic walking tour sebagai strategi promosi kuliner lokal di kawasan heritage Ubud, Bali. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini menggabungkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku kuliner, serta penyebaran kuesioner kepada 25 peserta untuk menilai persepsi, pengalaman, dan dampak kegiatan terhadap promosi kuliner lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian destinasi kuliner yang dikunjungi—mulai dari olahan kelapa di Tukies Coconut Ice Cream, kopi Bali di Bali Star Coffee, kuliner rumahan di Warung Seroja, jajanan pasar di Pasar Ubud, hingga nasi campur Bali di Adi Warung—mewakili keragaman gastronomi Ubud yang bercirikan keaslian dan konteks budaya yang kuat. Respon peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, terutama pada aspek narasi budaya pemandu (mean = 4,67), interaksi dengan pelaku kuliner (mean = 4,50), dan efektivitas tour sebagai strategi promosi (mean = 4,50). Pelaku kuliner memandang walking tour sebagai peluang untuk meningkatkan visibilitas usaha, memperkenalkan cerita budaya di balik hidangan, serta memperluas jaringan konsumen melalui interaksi langsung dengan wisatawan. Analisis keseluruhan menunjukkan bahwa efektivitas walking tour ditopang oleh pengalaman langsung, kekuatan narasi budaya, keterlibatan pelaku kuliner, dan potensi amplifikasi digital melalui dokumentasi peserta. Dengan demikian, gastronomic walking tour terbukti menjadi pendekatan yang relevan dan berkelanjutan untuk memperkuat promosi kuliner lokal, memperkaya pengalaman wisatawan, serta mendukung pelestarian identitas gastronomi Ubud

References

Antara, I. B. K. S. (2022). Eksistensi dalam globalisasi: Peran wisata kuliner dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sanur. Journal of Tourism and Interdisciplinary Studies (JoTIS), 2(1), 11–20. https://jotis.triatmamulya.ac.id/index.php/jotis/article/view/64

Antara, I. B. K. S., Suwintari, I. G. A. E., & Arianty, A. A. A. S. (2023). Masalah kesehatan wisatawan di Bali: Studi tentang dampak “Bali Belly” terhadap pengalaman dan citra destinasi. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 4(8), 2229–2244. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i8.2963

Antara, I. B. K. S., Yuliarmi, N. N., & Yasa, I. N. M. (2023). Peran wisata kuliner dalam meningkatkan pengalaman wisatawan: Studi pada destinasi pariwisata Bali. Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan (JMPP), 5(2), 118–129. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JMPP/article/view/57649

Bulkaini, N., & Wijaya, I. M. H. (2024). Culinary heritage and destination branding in Indonesian cultural tourism. Journal of Tourism Studies, 18(2), 145–160.

Choe, J. Y., & Kim, S. S. (2018). Effects of tourists’ local food consumption value on attitude, food destination image, and behavioral intention. International Journal of Hospitality Management, 71, 1–10.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. (2024). Statistik pariwisata Ubud 2024. Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar.

Diah Sastri Pitanatri, Putu.(2016) Inovasi Dalam Kompetisi: Usaha Kuliner Lokal Menciptakan Keunggulan Kompetitif Di Ubud. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA).3 (1)

Ellis, A., Park, E., Kim, S., & Yeoman, I. (2018). What is food tourism? Tourism Management, 68, 250–263. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2018.03.025

Everett, S., & Slocum, S. L. (2013). Food and tourism: An effective partnership? A UK-based review. Journal of Sustainable Tourism, 21(6), 789–809.

Kivela, J., & Crotts, J. C. (2016). Tourism and gastronomy: Gastronomy’s influence on how tourists experience a destination. Journal of Hospitality & Tourism Research, 40(2), 171–187.

Lin, Y.-C., Pearson, T. E., & Cai, L. A. (2011). Food as a form of destination identity: A tourism destination brand perspective. Tourism and Hospitality Research, 11(1), 30–48.

Richards, G. (2021). Food and the creative economy: Destination attractiveness versus creative place-making. Annals of Tourism Research, 89, 103207.

Sufa, Siska Armawati.,Subiakto,Henri.,Octavianti, Meria.,Kusuma, Emeralda Ayu. (2020). Wisata Gastronomi Sebagai Daya Tarik Pengembangan Potensi Daerah Kabupaten Sidoarjo.Mediakom: Jurnal Ilmu Komunikasi. 4(1),75-86.

Tourism and Culture Research Group. (2025). Participatory tourism and cultural preservation: Case studies from Southeast Asia. Bali Tourism Institute Press.

Vlachou,Ch., & Savvinopoulou,M. (2022). Food Tours Business : Main Factors in Designing a Gastronomic Experience. Open Jpurnal Business and Management. https://doi.org/10.4236/ojbm.2022.106148

Wijaya, S. (2020). Indonesian food culture mapping: A starter contribution to promote Indonesian culinary tourism. Journal of Ethnic Foods, 7(1), 1–17. https://doi.org/10.1186/s42779-020-00064-7

Yun, D., & Joppe, M. (2021). Exploring food tourism experiences in local markets: A case study. International Journal of Tourism Research, 23(4), 626–638.

Downloads

Published

2026-01-03

How to Cite

Ida Bagus Ketut Soma Antara, Ni Luh Putu Intan Nirmalasari, Nyoman Agus Tri Mandala, & Febianti, F. (2026). PERAN GASTRONOMIC WALKING TOUR DALAM PROMOSI KULINER LOKAL DI KAWASAN HERITAGE UBUD . Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(8), 9067–9074. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12100