ARSITEKTUR HIJAU DAN EDUAGROWISATA: KUNCI INOVASI PERTANIAN LAHAN TERBATAS BERKELANJUTAN

Authors

  • Irina Mildawani Magister Arsitektur, Universitas Gunadarma
  • Budiman Program Studi Agroteknologi, Universitas Gunadarma
  • Mulyasari Hadiati Program Studi Pariwisata, Universitas Gunadarma
  • Rehulina Apriyanti Program Studi Arsitektur, Universitas Gunadarma

Keywords:

Arsitektur Hijau, EduAgrowisata, Pertanian Lahan Terbatas, Pembangunan Berkelanjutan, Ketahanan Pangan, Sungai Pesanggrahan di Sawang

Abstract

Keterbatasan lahan urban dan semi-urban menjadi tantangan signifikan bagi ketahanan pangan dan Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian ini mengusulkan model inovatif integrasi Arsitektur Hijau dan EduAgrowisata untuk memaksimalkan potensi pertanian lahan terbatas di tepi Sungai Pesanggrahan, Sawangan. Arsitektur Hijau diaplikasikan untuk menciptakan fasilitas pertanian yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Integrasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian di lahan sempit sekaligus mentransformasi lokasi menjadi destinasi EduAgrowisata yang menarik. Destinasi ini akan menawarkan pengalaman belajar langsung mengenai teknologi pertanian berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan potensi ekonomi kreatif lokal. Metodologi menggunakan studi kasus mendalam, menggabungkan analisis literatur, survei tapak, dan analisis konseptual. Fokusnya adalah pemetaan sinergi antar konsep Arsitektur Hijau, EduAgrowisata, dan karakteristik lahan terbatas di tepi Sungai Pesanggrahan di Sawangan, serta identifikasi strategi perancangan responsif. Hasil menunjukkan model ini menciptakan nilai ekonomi (pertanian, pariwisata), ekologi (konservasi, efisiensi sumber daya), dan edukasi (pengetahuan, kesadaran publik) secara simultan. Inovasi ini menjadi solusi pertanian lahan terbatas yang resilien, adaptif, dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Model ini berimplikasi pada perumusan kebijakan pertanian urban visioner dan desain ruang publik edukatif yang fungsional serta estetis di area tepi sungai

References

Bappenas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2023.

UNEP. Building the Future: Sustainable Construction for Developing Countries. United Nations Environment Programme, 2011.

Gaur, R. Green Architecture: Principles, Tools and Practices. Springer, 2015.

Kibert, C. J. Sustainable Construction: Green Building Design and Delivery. John Wiley & Sons, 2016.

Adnan, N. A., N. Md. Salleh, and S. M. Nordin. “Green Building Design Strategies for Sustainable Agriculture in Tropical Climate.” International Journal of Sustainable Built Environment 9, no. 1 (2020): 1–14.

Ramkissoon, Y., and F. Mavondo. “The Role of Agritourism in Rural Development: A Critical Review.” Journal of Tourism, Hospitality and Events 1, no. 1 (2017): 1–18.

Cahyono, B., and R. Kurniawan. “Pengembangan Agrowisata Berbasis Edukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Petani Lokal.” Jurnal Pariwisata Indonesia 14, no. 2 (2019): 115–130.

Cole, R. J. “Transitioning from green to regenerative design.” Building Research & Information 40, no. 1 (2012): 38–47.

Guzmán, A., and D. Martín-Ruiz. “Sustainable Management of Riparian Buffers for Agricultural and Tourism Purposes.” Journal of Environmental Management 267 (2020): 110698.

Puspitasari, D., and B. Wibowo. “Pengelolaan Lahan di Bantaran Sungai untuk Mitigasi Bencana dan Pemanfaatan Guna Lahan yang Berkelanjutan.” Jurnal Perencanaan Wilayah dan Lingkungan, 2019.

Ostrom, E. “The Future of the Commons: Challenges and Prospects for Water Resource Management.” Aquatic Sciences 80, no. 3 (2018): 1–12.

Kadir, A., and A. Widayat. “Implementation of Green Building Principles in Greenhouse Design for Tropical Agriculture.” Journal of Civil Engineering and Architecture 14, no. 7 (2020): 731–740.

Prasetyo, A., and S. Haryanti. “The Role of Agritourism in Preserving Local Culture and Empowering Rural Communities.” Journal of Community Empowerment 3, no. 1 (2021): 78–95.

Smith, J., and A. Jones. The Economic Benefits of Passive Design in Agricultural Greenhouses. Green Building Council Report, 2019.

Lee, J., S. Kim, and H. Park. “Synergistic Effects of Green Infrastructure and Agri-tourism Facilities on Visitor Experience and Operational Efficiency.” Landscape and Urban Planning 209 (2021): 104035.

Widayat, A., A. Kadir, and D. Santoso. “Application of Passive Solar Design for Energy Efficiency in Tropical Greenhouses.” International Journal of Renewable Energy Development 10, no. 2 (2021): 231–240.

Yudhiwardhani, H. A., and D. Setyowati. “Analisis Efisiensi Energi pada Bangunan Hijau di Iklim Tropis: Studi Kasus Gedung Perkantoran.” Jurnal Arsitektur Komposit 11, no. 1 (2020): 55–68.

Khan, S. H., S. Sultan, and M. A. Abbasi. “Economic Impact of Agritourism on Rural Livelihoods: A Case Study of Selected Regions in Pakistan.” Journal of Economic Development and Employment 3, no. 1 (2019): 1–15.

AgriGreen Initiative. Case Studies of Green Architecture in Eco-Tourism Destinations. AgriGreen Press, 2021.

Haryanto, S., and A. Prasetyo. “The Role of Community-Based Agritourism in Preserving Local Food Culture and Economy.” Journal of Rural Tourism and Development 5, no. 1 (2021): 45–62.

Wijaya, B., and R. Santoso. “Pengembangan Agrowisata Edukatif di Wilayah Pedesaan: Studi Kasus di Jawa Tengah.” Jurnal Penelitian Pariwisata, 2018.

Benke, K., and B. Tomkins. “Future food-production systems: Vertical farming and controlled-environment agriculture.” Sustainability 9, no. 5 (2017): 796.

Sharma, P., and Singh, R. “Agritourism: A Sustainable Approach to Rural Development and Food Security.” International Journal of Agriculture and Food Science 8, no. 3 (2018): 210–218.

Kurniatin, E., D. Susanto, and S. Rahayu. “Performance Analysis of Vertical Farming Systems for Leafy Greens in Limited Urban Spaces.” Agro-Informatika: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perkebunan 12, no. 2 (2022): 189–201.

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Mildawani, I., Budiman, B., Mulyasari Hadiati, & Rehulina Apriyanti. (2025). ARSITEKTUR HIJAU DAN EDUAGROWISATA: KUNCI INOVASI PERTANIAN LAHAN TERBATAS BERKELANJUTAN. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(7), 8677–8686. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12027