PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PETUGAS LABORATORIUM PUSKESMAS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR TB PARU DI KABUPATEN SAMBAS

Authors

  • Abdul Syukur Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Paulina Paulina Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Yulia Yulia Poltekkes Kemenkes Pontianak

Keywords:

keselamatan dan kesehatan kerja, tuberkulosis paru, petugas laboratorium, puskesmas, pencegahan infeksi

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit akibat kerja yang berisiko tinggi pada petugas laboratorium fasilitas pelayanan kesehatan primer. Petugas laboratorium Puskesmas berpotensi terpapar Mycobacterium tuberculosis melalui pemeriksaan spesimen yang dapat menghasilkan aerosol infeksius, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana dengan penerapan K3 pada petugas laboratorium Puskesmas di Kabupaten Sambas. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 48 petugas laboratorium dari 28 Puskesmas menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan penerapan K3 (p=0,381), sedangkan sikap (p=0,041) dan sarana prasarana (p=0,008) berhubungan signifikan dengan penerapan K3. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan K3 lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku dan faktor pemungkin dibandingkan pengetahuan semata. Oleh karena itu, penguatan budaya keselamatan serta pemenuhan sarana prasarana menjadi strategi penting dalam pencegahan TB Paru di laboratorium Puskesmas.

References

Ajzen I. The Theory of Planned Behavior. Organ Behav Hum Decis Process. 1991.

Centers for Disease Control and Prevention. “Tuberculosis (TB): Transmission and Cause.” 2016. https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/transmission.htm.

Cooper MD. Safety Culture. Safety Science, 2000.

Dahlan MS. Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta, 2019.

Fennelly KP. “Transmission of Tuberculosis.” Clin Chest Med, 2020.

Fernandez-Muniz B, et al. “Safety Management Systems.” Safety Science, 2007.

Geller ES. “Behavior-Based Safety.” Professional Safety, 2001.

Goetsch DL. Occupational Safety and Health. Pearson, 2019.

Green LW, Kreuter MW. Health Program Planning. McGraw-Hill, 2005.

ILO. Occupational Safety and Health Management Systems. Geneva, 2021.

International Labour Organization. Occupational Safety and Health: Global Evidence and Trends 2022. Geneva, Switzerland, 2022. https://www.ilo.org/global/topics/safety-and-health-at-work/lang--en/index.htm.

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta, 2024.

Manuele FA. Advanced Safety Management. Wiley, 2014.

Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta, 2018.

———. Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka cipta, 2018.

Reason J. Managing the Risks of Organizational Accidents. Ashgate, 1997.

WHO. Global Tuberculosis Report. Geneva, 2021.

———. Laboratory Biosafety Manual. Geneva, 2020.

———. WHO Guidelines on Tuberculosis Infection Prevention and Control. Geneva, 2019.

World Health Organization (WHO). Global Tuberculosis Report 2022. Geneva, Switzerland, 2022. https://www.who.int/publications/i/item/9789240061729.

Zohar D. Safety Climate. Accident Analysis & Prevention. 2010.

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Syukur, A., Paulina, P., & Yulia, Y. (2026). PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PETUGAS LABORATORIUM PUSKESMAS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR TB PARU DI KABUPATEN SAMBAS. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(8), 9963–9970. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12025