PERAN SANGGAR BUDAYA MAWAR RANE DALAM MELESTARIKAN WISATA BUDAYA DI KABUPATEN SIKKA

Authors

  • Paulus Nong Wisang Program Studi Ekowisata, Politeknik Cristo Re Maumere
  • Leonardus Winarto Program Studi Ekowisata, Politeknik Cristo Re Maumere
  • Priska Margaretha Kasing Program Studi Ekowisata, Politeknik Cristo Re Maumere

DOI:

https://doi.org/10.53625/jirk.v5i7.11840

Keywords:

Sanggar Budaya, Pelestarian Budaya, Wisata Budaya, Sikka, Seni Tradisional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Sanggar Budaya Mawar Rane dalam melestarikan wisata budaya di Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengurus sanggar, pelatih, anggota, dan tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Budaya Mawar Rane berperan penting sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan pementasan seni tradisional yang melibatkan berbagai kelompok usia. Sanggar berhasil melestarikan budaya melalui aktivitas latihan tari, musik tradisional, dan proses pembuatan tenun ikat, sekaligus menjadi atraksi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sikka. Upaya pelestarian dilakukan melalui perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya secara berkelanjutan. Keberadaan sanggar tidak hanya mempertahankan keaslian budaya lokal, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, Sanggar Budaya Mawar Rane memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga identitas budaya Sikka dan mendukung pengembangan wisata budaya daerah

References

Budaya, Pergeseran Nilai-nilai, Pada Suku, Bonai Sebagai, Civic Culture, Di Kecamatan, Bonai Darussalam, and Provinsi Riau. 2016. “Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Pada Suku Bonai Sebagai Civic Culture Di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Ryan Prayogi, Endang Danial” 23 (1).

Harahap, F. (2012). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD).

McKercher, B., & Du Cros, H. (2002). Pariwisata budaya: Kemitraan antara pariwisata dan pengelolaan warisan budaya . Routledge.

Sedyawati, E. (2014). Kebudayaan di Nusantara: dari keris, Tor-tor sampai industri budaya. (No Title).

SALSHABILA, P. A. (2023). MENINGKATKAN PEMAHAMAN BUDAYA LOKAL MELALUI METODE PEMBIASAAN DI KELAS B TAMAN KANAK-KANAK PURNAMA BANDAR LAMPUNG (Doctoral dissertation, UIN RADEN INTAN LAMPUNG).

https://www.google.com/search?q=UU+No.+20+Tahun+2003+tentang+Sistem+Pendidikan+Nasional&oq=UU+No.+20+Tahun+2003+tentang+Sistem+Pendidikan+Nasional&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyCQgAEEUYORiABDIHCAEQABiABDIHCAIQABiABDIHCAMQABiABDIHCAQQABiABDIHCAUQABiABDIHCAYQABiABDIGCAcQRRg80gEHNzk0ajBqN6gCCLACAfEFygfAVoqtrUrxBcoHwFaKra1K&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Mulyana, Y. (2012). Analisis Aspek Pelestarian Budaya dan Dampak Pergeseran Aqidah. KHASANAH ILMU, 3(1), 1-6.

Wisang, Paulus Nong, and Maria Monika. 2025. “Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Di Desa Egon Buluk Kabupaten Sikka,” no. 2008.

Downloads

Published

2025-12-02

How to Cite

Paulus Nong Wisang, Leonardus Winarto, & Priska Margaretha Kasing. (2025). PERAN SANGGAR BUDAYA MAWAR RANE DALAM MELESTARIKAN WISATA BUDAYA DI KABUPATEN SIKKA. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(7), 7949–7956. https://doi.org/10.53625/jirk.v5i7.11840