EDUKASI PENTINGNYA MP-ASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DENGAN LEAFLEAT RESEP MP-ASI SEDERHANA DI DESA BOMAKI KEPULAUAN TANIMBAR SELATAN TAHUN 2026
Keywords
MP-ASI, Stunting, LeafleatAbstract
Stunting is a pressing health issue in efforts to improve the quality of human resources, especially in Bomaki Saumlaki Village. The focus of community service aims to increase the knowledge of pregnant women and mothers of toddlers through the distribution of leaflets of simple MP-ASI recipes made from local ingredients. The quantitative method with a descriptive design. Community service activities include providing counseling. The leaflets contain information on stunting and MP-ASI recipes made with simple language and attractive illustrations. The results of community service showed a significant increase (p-value = 0.001) in community knowledge about stunting and the importance of MP-ASI. Collaboration between village midwives and the village government strengthens the sustainability of education. Awareness of participation and transformation of food consumption behavior at the household level.
References
[1] Aisy, Nisrina Rihadatul, dkk. 2024. Sosialisasi Pemberian ASI Eksklusif dan MP ASI yang Tepat sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Balita. Jurnal Pengabdian Cendikia Volume 3, Nomor 7, Oktober 2024, Halaman 56-60
[2] Artanti, Nisya Amelia, dkk. 2025. Edukasi Stunting melalui Pembagian Brosur dan resep MPASI Sederhana di Jati Wetan. Jawa Tengah: Universitas Muria Kudus. SANDIMAS 3 Desember 2025 ISSN: 30893747
[3] Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Selatan. 2025. Profil Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Selatan Tahun 2025 Data Tahun 2024. Saumlaki: Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Selatan
[4] Kementerian Kesehatan RI. 2024. Makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Jakarta: Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA)
[5] Kementerian Kesehatan RI. 2023. Buku Resep Makanan Lokal Bayi, Balita dan Ibu Hamil. Jakarta: Kementerian kesehatan RI
[6] Kemenkes RI. 2023. Survei Kesehatan Indonesia (SDKI). Jakarta: Kementerian kesehatan RI
[7] Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/51/2022 Tentang Standar Alat Antropometri Dan Alat Deteksi Dini Perkembangan Anak, Pub. L. No. Hk.01.07/Menkes/51/2022, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2022).
[8] Mardhiah, Himmatun, dkk. 2024. Menentukan Prioritas Intervensi Pencegahan Stunting. Jakarta: Universitas pembangunan Nasional Veteran.Kumpulan Policy Brief Si Bijaks Awards 2024
[9] Ningsih, Hasrun, dkk. 2024. Edukasi Pentingnya Peran Keluarga terhadap Pemberian MP-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Masa Golden Age pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta. Lombok: Universitas Qamarul. Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3, September 2024 e-ISSN 2721-9747; p-ISSN 2715-6524. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM
[10] Prabasari, Siska Ningtyas dan Yuyun Triyani. 2024. MPASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Surakarta: Universitas 'Aisyiyah Surakarta. GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 8 No.1 Mei 2024
[11] Rahmawati, Selvi, dkk. Edukasi Pemberian Makanan pendamping ASI (MP-ASI) Sehat Bergizi Berbahan Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Lampung: Universitas Lampung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ruwai Jurai
[12] World Health Organization. 2019. World Health Statistics data visualizations Dashboard Child Stunting. https://apps.who.int/gho/data/node.sdg.2-2-viz-1?lang=en#content.
[13] Word Health Organization (WHO). 2025. Kesehatan Dunia Statistik 2025. Geneva: Word Health Organization








