PERAN AKADEMISI SEBAGAI INISIATOR STAKEHOLDER UNTUK MEMICU EKOSISTEM BISNIS PARIWISATA DI KULINARI BERKELANJUTAN
Keywords
Akademisi, Stakeholder, Pariwisata Kuliner, Gastronomi, UMKM, Keberlanjutan, Ekosistem BisnisAbstract
Pengembangan pariwisata kuliner berkelanjutan memerlukan sinergi antara akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem bisnis yang inovatif dan berdaya saing. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha kuliner mengenai pentingnya peran akademisi sebagai inisiator stakeholder dalam memicu terbentuknya ekosistem bisnis pariwisata kuliner yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui koordinasi dengan akademisi, peneliti gastronomi, pelaku usaha kuliner, serta mitra kegiatan, yang dilanjutkan dengan workshop, talk show, podcast, demonstrasi produk kuliner, diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Bandung dengan melibatkan lebih dari 50 peserta yang terdiri atas pelaku usaha kuliner, mahasiswa, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program terlaksana sesuai rencana dengan tingkat capaian 100%. Peserta memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai pengembangan usaha kuliner berbasis riset, inovasi produk lokal, pemasaran digital, dan pentingnya kolaborasi antar-stakeholder dalam mendukung keberlanjutan sektor kuliner. Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkuat jejaring antara akademisi, peneliti gastronomi, dan pelaku usaha sehingga mendorong terbentuknya model bisnis kuliner yang lebih berkelanjutan. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi gastronomi, mendorong inovasi berbasis potensi lokal, serta memperkuat daya saing UMKM kuliner sebagai bagian dari ekosistem pariwisata berkelanjutan
References
[1] Singgalen, Y.A., & Kartikawangi, D. (2025). Digital Mapping of Fermented Foods for the Advancement of Gastronomy Tourism in Indonesia. ResearchGate.
[2] Lankauskienė, R., & Simonaitytė, V. (2025). Sustainable Culinary Tourism Pathways in the Baltic Sea Region. Sustainability, 17(23), 10472.
[3] Yulistiyono, A., & Andriani, E. (2023). Transformation of Modern Culinary Entrepreneurs in West Java. Journal of Innovation and Entrepreneurship.
[4] Nurhayati, I. et al. (2025). Community-Based Halal Tourism and Information Digitalization: Sustainable Tourism Analysis. MDPI Tourism and Hospitality.
[5] Sulaiman, E., Derbani, A., & Adawiyah, W.R. (2020). Digital Marketing in Culinary Tourism. EAI Conference of Business Innovation.
[6] Saptadinata, A., & Purnamasari, M. (2025). Sustainability of Bogor’s Traditional Cuisine. IJOTHE.
[7] Wibowo, V., Gautama, I., & Kuncoro, E.A. (2024). Improving Sustainability in the Small-Medium Culinary Industry. Journal of System and Management Sciences.
[8] Primawanti, H., & Pasha, Y.N. (2025). Gastrodiplomacy of Bandung City in Advancing MSMEs by Utilizing Digital Transformation. ICOBEST Proceedings.
[9] Rachmad, T.H., Fatchiya, A., & Muljono, P. (2025). Communication Competence of Culinary Entrepreneurs in Madura Island. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi.
[10] Wachyuni, S.S., & Priyambodo, T.K. (2021). Culinary Consumption in Digital Era: Tourists’ Typology and Their Characteristics. Journal of Tourism and Hospitality Management.
[11] Miholić, I., & Kuzman Šlogar, K. (2025). “Okusi prošlosti u digitalnoj budućnosti: istraživačka perspektiva održivosti prehrambene baštine.” Cultural and Creative Industries & Heritage Studies Journal, 12(3), 211–225. CROSBI
[12] Shamsoddini, A., & Mollania Jelodar, S. (2025). “Modeling Opportunities and Challenges for Entrepreneurship Development in the Marketplaces of Sari County.” Village and Space Studies, 11(2), 77–99. Birjand University
[13] Harahap, D. E., Kuswardani, R. A., & Rauf, A. (2026). “Bibliometric Analysis of Publications on Arenga pinnata Merr.” Journal of Scientometric Research, 15(1), 22–36. JSCIR








