ANALISIS DAMPAK PELATIHAN, PEMBINAAN, DAN KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN YANG DIMEDIASI PERSEPSI KUALITAS TENAGA KESEHATAN TENTANG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PELAYANAN (Studi Karyawan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Provinsi NTB)

Authors

  • Rahmania Ambarika Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, Universitas Strada Indonesia
  • I Kadek Mulyawan Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, Universitas Strada Indonesia
  • Desak Gede Sri Baktiasih Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, Universitas Strada Indonesia

Keywords:

Pelatihan, Pembinaan, Keterlibatan Karyawan, Persepsi Kebijakan Mutu, Kualitas Pelayanan, Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali mutu pelayanan rumah sakit daerah, dengan fokus pada RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan, pembinaan, dan keterlibatan karyawan dengan persepsi tenaga kesehatan tentang kebijakan peningkatan mutu pelayanan sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat sangat dipengaruhi oleh efektivitas pelatihan, sistem pembinaan, dan tingkat keterlibatan karyawan. Namun, dampak ketiga faktor tersebut terhadap kualitas pelayanan sangat bergantung pada bagaimana tenaga kesehatan memersepsikan kebijakan peningkatan mutu pelayanan yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Persepsi yang lemah terhadap kebijakan mutu menyebabkan pelatihan dan pembinaan tidak sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik pelayanan. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Quality Policy Internalization System (PQPIS–NTB), yaitu model pembinaan mutu pelayanan berbasis penguatan pelatihan, pembinaan, dan keterlibatan karyawan yang diarahkan untuk memperkuat persepsi tenaga kesehatan terhadap kebijakan peningkatan mutu. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali utama kebijakan mutu dan pembinaan sumber daya manusia rumah sakit daerah. Implementasi awal PQPIS–NTB menunjukkan peningkatan pemahaman dan penerimaan tenaga kesehatan terhadap kebijakan mutu, meningkatnya keterlibatan karyawan, serta perbaikan kualitas pelayanan di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan internalisasi kebijakan mutu pada level regulator merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit daerah.

References

Armstrong, M. (2014). Armstrong’s handbook of human resource management practice (13th ed.). Kogan Page.

BPJS Kesehatan. (2023). Pedoman mutu dan keselamatan pasien. BPJS Kesehatan Republik Indonesia.

Donabedian, A. (1988). The quality of care: How can it be assessed? JAMA, 260(12), 1743–1748.

Donabedian, A. (2003). An introduction to quality assurance in health care. Oxford University Press.

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., Donnelly, J. H., & Konopaske, R. (2012). Organizations: Behavior, structure, processes (14th ed.). McGraw-Hill.

Hackman, J. R., & Oldham, G. R. (1976). Motivation through the design of work. Organizational Behavior and Human Performance, 16(2), 250–279.

Herzberg, F. (1966). Work and the nature of man. World Publishing.

Ishikawa, K. (1985). What is total quality control? The Japanese way. Prentice Hall.

Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (2001). The strategy-focused organization. Harvard Business School Press.

Kemenkes RI. (2022). Standar pelayanan minimal rumah sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Kemenkes RI.

Kotter, J. P. (2012). Leading change. Harvard Business Review Press.

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management information systems (16th ed.). Pearson.

Luthans, F. (2011). Organizational behavior: An evidence-based approach (12th ed.). McGraw-Hill.

Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2011). Human resource management (13th ed.). South-Western Cengage Learning.

Mintzberg, H. (2009). Managing. Berrett-Koehler.

OECD. (2020). Health care quality indicators. OECD Publishing.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Porter, M. E. (1980). Competitive strategy. Free Press.

Porter, M. E. (2008). The five competitive forces that shape strategy. Harvard Business Review, 86(1), 78–93.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.

Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Vroom, V. H. (1964). Work and motivation. Wiley.

West, M. A. (2012). Effective teamwork. Wiley-Blackwell.

World Health Organization. (2016). Quality of care: A process for making strategic choices in health systems. WHO Press.

World Health Organization. (2018). Delivering quality health services: A global imperative. WHO Press.

World Health Organization. (2020). Global strategy on human resources for health: Workforce 2030. WHO Press.

World Health Organization. (2021). Patient safety and quality of care. WHO.

Yukl, G. (2013). Leadership in organizations (8th ed.). Pearson.

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

Rahmania Ambarika, I Kadek Mulyawan, & Desak Gede Sri Baktiasih. (2026). ANALISIS DAMPAK PELATIHAN, PEMBINAAN, DAN KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN YANG DIMEDIASI PERSEPSI KUALITAS TENAGA KESEHATAN TENTANG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PELAYANAN (Studi Karyawan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Provinsi NTB). J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(10), 2933–2950. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/12473

Issue

Section

Articles