MENGATASI HAMBATAN BAHASA DALAM PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT: STUDI KASUS PENERAPAN LATIHAN PRAKTIK (DRILL PRACTICE) BAHASA INGGRIS DI DESA ADAT SADE

Authors

  • Satria Rusdy Wijaya Politeknik Pariwisata Lombok
  • Siti Lathifah Politeknik Pariwisata Lombok
  • Endang Sri Wahyuni Politeknik Pariwisata Lombok
  • Ainul Yakin Politeknik Pariwisata Lombok
  • Lalu Ahmad Zaki Politeknik Pariwisata Lombok

Keywords:

Pariwisata berbasis masyarakat, Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP), Pemandu lokal, Pemberdayaan pedesaan, Pariwisata berkelanjutan, Desa Sade

Abstract

Penelitian ini membahas kebutuhan krusial akan kemahiran Bahasa Inggris di kalangan pemandu lokal (local guides) di Desa Adat Sade, Lombok, sebuah destinasi wisata budaya yang menonjol. Hambatan bahasa telah teridentifikasi sebagai kendala signifikan terhadap kualitas pengalaman wisatawan dan daya saing ekonomi masyarakat adat setempat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris para pemandu lokal guna memfasilitasi pertukaran budaya dan pemberian layanan pariwisata yang lebih baik. Sebuah program pelatihan berbasis masyarakat dilaksanakan, terdiri dari 16 sesi terstruktur yang diadakan pada malam hari untuk menyesuaikan dengan jam kerja para pemandu. Pendekatan pedagogis yang digunakan meliputi metode ceramah pendampingan langsung dan latihan praktik (drill practice), dengan fokus pada komunikasi praktis yang relevan dengan konteks pariwisata. Efektivitas intervensi dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test, yang mengukur lima dimensi utama kemahiran berbicara: kelancaran (fluency), pengucapan (pronunciation), tata bahasa (grammar), kosakata (vocabulary), serta koherensi (coherence). Data penilaian menunjukkan tren positif dalam kemampuan komunikasi peserta. Pemandu dengan kemahiran awal yang lebih rendah menunjukkan peningkatan yang terukur, terutama dalam kelancaran dan penguasaan kosakata, sementara peserta tingkat lanjut mempertahankan tingkat kompetensi tinggi mereka. Metode pelatihan ini ditemukan efektif dalam membangun kepercayaan diri dan mengurangi keraguan saat berinteraksi dengan wisatawan asing. Studi ini menyimpulkan bahwa pelatihan bahasa yang berkelanjutan dan terarah merupakan langkah strategis untuk memberdayakan komunitas pariwisata pedesaan. Dengan mengatasi hambatan komunikasi, pemandu lokal dapat mempromosikan warisan budaya mereka dengan lebih efektif, sehingga mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ketahanan ekonomi lokal.

References

Eko, S., Khasanah, T. I., Widuri, D., Handayani, S., Handayani, N., & Qomariyah, P. (2014). Desa membangun indonesia. FPPD. Yogyakarta.

Fajriah, A. (2023). Pengelolaan Taman Wisata Pantai Loang Baloq Sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities, 2(1), 1–11.

Hadiyat, Y. D. (2014). Kesenjangan Digital di Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Wakatobi). Jurnal Pekommas, 17(2), 81–90.

Puja, I. B. P., Tarunajaya, W. B., Ruhati, D., Suprastayasa, I. G. N. A., Aryasih, P. A., Darmiati, M., Wibawa, A. K. O. H., Sihombing, I. H., Pitanatri, P. D. S., & Wijayanti, N. P. E. (2021). KAMALA Kepariwisataan Berbasis Masyarakat, Budaya, dan Berkelanjutan. Politeknik Pariwisata Bali.

Sutadji, E., Nurmalasari, R., & Nafiah, A. (2021). DINAMIKA PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA: Berbasis Masyarakat Era 4.0. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Wijayanti, A. (2019). Strategi pengembangan pariwisata edukasi di kota Yogyakarta. Deepublish.

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

Satria Rusdy Wijaya, Siti Lathifah, Endang Sri Wahyuni, Ainul Yakin, & Lalu Ahmad Zaki. (2025). MENGATASI HAMBATAN BAHASA DALAM PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT: STUDI KASUS PENERAPAN LATIHAN PRAKTIK (DRILL PRACTICE) BAHASA INGGRIS DI DESA ADAT SADE. J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(7), 2267–2278. Retrieved from https://mail.bajangjournal.com/index.php/J-ABDI/article/view/11863