ACTIVE CASE FINDING TUBERKULOSIS PARU DI DESA RAKNAMO SEBAGAI DESA BEBAS TUBERKULOSIS PARU
Keywords:
Case Finding, Tuberkolosis, Desa RaknamoAbstract
Prevalensi TB tinggi di Nusa Tenggara Timur, namun umumnya tanpa konfirmasi pemeriksaan bakteri tahan asam (BTA) positif maupun Foto Rontgen Portable X Ray. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk menemukan suspect kasus tuberkulosis menggunakan Xray portable 3 dimensi mendeteksi infeksi paru akibat kuman mycobacterium tuberculosis. Tindak lanjut dari pemeriksaan ini adalah pasien yang dinyatakan positip untuk ditindaklanjuti pemeriksaan sputum BTA dan sebagai referensi pengobatan tuberkulosis paru. Melacak dan melakukan skring pasien yang terduga tuberculosis Paru menggunakan Portable X ray. Tim Percepatan Eliminasi Tuberkulosis Poltekkes Kupang. Penyuluhan Tuberkulosis Paru Kader bebas Tuberkulosis di Raknamo melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) di Desa Raknamo pada 91 warga yang dilakukan skrening Tuberkulosis Paru dengan Portable X Ray, ditemukan 5 responden yang dicurigai menderita tuberkulosis paru dari hasil skrining. ditindak lanjuti dengan pengobatan sampai tuntas tuberkulosis oleh Puskesmas Fatukanutu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Hal ini diharapkan agar kehidupan Warga Desa Raknamo menjadi sehat dan produktif. Selain itu, kasus Tuberkulosis Paru tidak meningkat karena penemuan kasus ini dapat mencegah penularan tuberkulosis Paru.
References
World Health Organization (WHO). Guidance for national tuberculosis programme on the management of tuberculosis in children. WHO/HTM/2006.371.
World Health Organization (WHO). Childhood tuberculosis and BCG vaccine: EPI Update Supplement Geneva WHO, 1989.
Zar HJ, Hanslo D, Tannenbaum E. Aetiology and outcome of pneumonia in human immunodeficiency virus infected children hospitalized in South Africa. Acta Paediatr 2001;90:119-25.
Madhi SA, Petersen K, Madhi A, Khoosal M, Klugman KP. Increased disease burden and antibiot5ic resistance of bacteria causing severe community-aquired lower respiratory tract infections in human immunodeficiency virus type I infected children. Clin Infect Dis 2000; 31:170-6.
Chintu C, Mudenda V, Lucas S. Lung diseases at necropsy in African children dying from respiratory illnesses: a descriptive necropsy study. Lancet 2002;360:985-90.
Jeena PM, Pillay T, Coovadia HM. Impact of HIV-1 co-infection on presentation and hospital- related mortality in children with culture proven pulmonary tuberculosis in Durban, South Africa. Int J Tuberc Lung Dis 2002;6:672-8.
Madhi SA, Huebner RE, DoedensL, Aduc T, Wesley D, Cooper PA. HIV-1 co-infection in children hospitalized with tuberculosis in South Africa. Int J Tuberc Lung Dis 2000;4:448-54
Nelson LJ, Wells CD. Global epidemiology of childhood tuberculosis. Int J Tuberc Lung Dis 2004;8:636-47.
Graham SM, Gie RP, Schaaf HS, Coulter JBS, Espinal MA, Beyers N. Childhood tuberculosis: clinical research needs. Int J Tuberc Lung Dis 2004;8:648-57.
Departemen Kesehatan RI. Rencana strategi nasional penanggulangan tuberkulosis tahun 2002- 2006. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2001.
Departemen Kesehatan RI. Pedoman nasional penanggula ngan tuberkulosis. Cetakan ke-8. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2002. 12. Kochi A. The global tuberculosis situation and the new control strategy of the world health organization. Tubercle 1991;72:1-6.
Dolin PJ, Raviglione MC, Kochi A. Global tuberculosis incidence and mortality during 1990 -2000. Bull World Health Organ 1994;72:213-20.
Medical Research Council Tuberculosis and Chest Disease Unit (MRCT-CDU). Tuberculosis in children: a national survey of notifications in England and Wales in 1983. Arch Dis of Child 1988;63:266- 76.
Kartasasmita CB, Said M, Supriyatno B. Penapisan dan pengobatan tuberkulosis pada anak sekolah dasar di Majalaya, Kabupaten Bandung. MKB 2001;3:105-12..







